Sehat Tanpa Rokok
Judul Buku:
Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok
Penulis:
Muhammad Jaya
Tahun Terbit:
2009
Penerbit:
Riz’ma
Kota Penerbit:
Sleman
Tebal Buku:
140 x 210 mm
Jumlah Halaman:
136 halaman
Telah banyak riset yang
membuktikan bahwa rokok dapat menyebabkan kecanduan. Disamping itu, rokok juga
mempunyai banyak dampak negatif yang menyertai perokok, baik dari segi medis
(kesehatan), psikologis, sosial, bahkan ekonomi bagi penyandunya. Sejak lama
para peneliti dan dokter sepakat bahwa rokok menjadi salah satu biang penyakit
berbahaya seperti kanker paru-paru, TB, sakit jantung, stroke, impotensi
(disfungsi ereksi), emfisema, dan sebagainya.
Secara garis besar,
Muhammad Jaya ingin mengupas hal itu. Sebanyak 89% perokok remaja Indonesia terdorong
oleh iklan rokok untuk merokok. Iklan rokok menjadi faktor terbesar yang
mempengaruhi remaja untuk merokok. Iklan, promosi, dan sponsor rokok telah
menciptakan dan menanamkan norma anak bahwa perilaku merokok adalah baik dan
biasa. Yang sangat menyedihkan, Indonesia adalah negara dengan reputasi
terburuk diseluruh dunia. Bukan hanya untuk perokok aktif, tapi juga untuk
perokok pasif pada pelajar usia 13-15 tahun. Buku ini juga menyebutkan berbagai
merk-merk rokok yang terkenal seperti LA Light, LA Menthol, Bentoel, Gudang
Garam, dan lain-lain. Muhammad Jaya juga menjelaskan sedikit asal-usul atau
sejarah adanya rokok di Indonesia, dan masalah hukum serta fatwa haram merokok
di Indonesia. Buku ini mencoba mengupasnya dengan pendekatan medis (kesehatan)
dan agama.
Penulis juga menjelaskan
beberapa jenis racun yang terkandung dalam sebatang rokok, seperti Tar (bahan
karsinogen penyebab kanker) dan nikotin. Dijelaskan jika tar dan asap rokok
merangsang jalan nafas, dan tar tersebut tertimbun disaluran, itu yang
menyebabkan batuk-batuk atau sesak nafas. Dan nikotin dapat merangsang
bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan jantung berdebar-debar
dan memicu serangan jantung.
Kebiasaan merokok dapat
meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit jantung, gangguan pembuluh
darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus,
bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat
pada janin. Tidak kurang dari 4.000 zat kimia beracun ada dalam asap sebatang
rokok yang dihisap. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas
(85%) dan partikel. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan
kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker.
Buku yang disusun oleh Muhammad Jaya ini memberikan banyak informasi akan
bahaya rokok. Bahasa yang digunakannya mudah untuk dipahami oleh pembaca.
Tetapi banyak ditemui informasi-informasi yang sama disetiap bab.



0 komentar: