search

Sehat Tanpa Rokok

1/20/2016 Irsalina 0 Comments



Judul Buku:
Pembunuh Berbahaya Itu Bernama Rokok
Penulis
      Muhammad Jaya      
Tahun Terbit
2009
 Penerbit:
Riz’ma
Kota Penerbit:
Sleman
Tebal Buku:
140 x 210 mm
Jumlah Halaman:
136 halaman

Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok dapat menyebabkan kecanduan. Disamping itu, rokok juga mempunyai banyak dampak negatif yang menyertai perokok, baik dari segi medis (kesehatan), psikologis, sosial, bahkan ekonomi bagi penyandunya. Sejak lama para peneliti dan dokter sepakat bahwa rokok menjadi salah satu biang penyakit berbahaya seperti kanker paru-paru, TB, sakit jantung, stroke, impotensi (disfungsi ereksi), emfisema, dan sebagainya.
Secara garis besar, Muhammad Jaya ingin mengupas hal itu. Sebanyak 89% perokok remaja Indonesia terdorong oleh iklan rokok untuk merokok. Iklan rokok menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi remaja untuk merokok. Iklan, promosi, dan sponsor rokok telah menciptakan dan menanamkan norma anak bahwa perilaku merokok adalah baik dan biasa. Yang sangat menyedihkan, Indonesia adalah negara dengan reputasi terburuk diseluruh dunia. Bukan hanya untuk perokok aktif, tapi juga untuk perokok pasif pada pelajar usia 13-15 tahun. Buku ini juga menyebutkan berbagai merk-merk rokok yang terkenal seperti LA Light, LA Menthol, Bentoel, Gudang Garam, dan lain-lain. Muhammad Jaya juga menjelaskan sedikit asal-usul atau sejarah adanya rokok di Indonesia, dan masalah hukum serta fatwa haram merokok di Indonesia. Buku ini mencoba mengupasnya dengan pendekatan medis (kesehatan) dan agama.
Penulis juga menjelaskan beberapa jenis racun yang terkandung dalam sebatang rokok, seperti Tar (bahan karsinogen penyebab kanker) dan nikotin. Dijelaskan jika tar dan asap rokok merangsang jalan nafas, dan tar tersebut tertimbun disaluran, itu yang menyebabkan batuk-batuk atau sesak nafas. Dan nikotin dapat merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan jantung berdebar-debar dan memicu serangan jantung.
Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Tidak kurang dari 4.000 zat kimia beracun ada dalam asap sebatang rokok yang dihisap. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85%) dan partikel. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker.
Buku yang disusun oleh Muhammad Jaya ini memberikan banyak informasi akan bahaya rokok. Bahasa yang digunakannya mudah untuk dipahami oleh pembaca. Tetapi banyak ditemui informasi-informasi yang sama disetiap bab.                


            

0 komentar: